Jurusan Agroekoteknologi (sebelumnya Agronomi) berdiri pada tahun 2000 dengan ijin penyelenggaraan berdasarkan SK Dirjen DIKTI Nomor: 496/D/T/2002 dan diperpanjang kembali pada tahun 2006 dengan SK Dirjen DIKTI Nomor; 2517/D/T/2006. Tahun 2008 Jurusan Agroekoteknologi memperoleh akreditasi berdasarkan Keputusan Ban-PT Nomor : 001/BAN-PT/Ak-XI/S1/IV/2008.  Pada tahun 2008 terjadi perubahan nama dari Jurusan Agronomi menjadi Jurusan Agroekoteknologi dengan Keputusan Rektor No. 181/H43/KR/SK/2009, diiringi dengan adanya perubahan kurikulum yang disesuaikan untuk menjawab tantangan pertanian ke depan.

Jumlah tenaga pengajar tetap pada Jurusan Agronomi saat ini sebanyak 22 orang yang mempunyai kualifikasi Guru Besar 2 orang, S3 3 Dosen, S2 16 Dosen, dan S1 sebanyak 1 dosen, dan saat ini hampir semua dosen kualifikasi S-2 sedang melaksanakan tugas belajar S-3 dengan berbagai disiplin ilmu. Saat ini jumlah mahasiswa Jurusan Agroekoteknologi sebanyak 585 orang. Jumlah lulusan sampai tahun 2014 sebanyak 342 orang. Lulusan Agroekoteknologi dalam bekerja tersebar di beberapa lapangan pekerjaan seperti Dinas, BUMN dan swasta.

Visi

 

Menjadikan Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang memiliki keunggulan entrepreneur dalam bidang pengelolaan budidaya tanaman untuk kemaslahatan umat manusia.

Misi

 

Menghasilkan lulusan Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan kualifikasi:

Menguasai dasar-dasar ilmiah dalam menemukan, menganalisis dan memecahkan masalah melalui cara berfikir analitik, kreatif dan eksploratif dalam bidang agronomi.

  1.  Menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam pengelolaan faktor-faktor biofisik tanaman dengan keahlian utama dalam pengelolaan tanaman lahan kering.
  2. Memiliki kemampuan entrepreneurial yang memadai dalam bidang agronomi.
  3. Mampu bersaing dalam skala regional, nasional dan internasional dalam bidang Agroekoteknologi.

 

Tujuan

Jurusan Agroekoteknologi saat ini menyelenggarakan program pendidikan strata satu (S-1) pendidikan akademik yang bertujuan menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan, mengembangkan  dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian, serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan.

 Program Pengembangan

Program pengembangan jurusan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses kegiatan belajar mengajar serta memberikan kemampuan praktis terutama praktikum yang menunjang Agroekoteknologi kepada lulusan, agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Program pengembangan Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanianke depan pada intinya dapat dijabarkan berikut :

  1. Pengupayaan input mahasiswa dan dosen baru lebih selektif dan berkualitas;
  2. Pengupayaan peningkatan kualitas staf pengajar dengan menyekolahkan ke jenjang yang lebih tinggi, publikasi terhadap penelitian pertanian ilmiah serta adanya pelatihan-pelatihan bagi dosen;
  3. Pengupayaan adanya jabatan fungsional bagi seluruh dosen, termasuk dosen luar biasa;
  4. Revitalisasi laboratorium jurusan dan perpustakaan secara optimal;
  5. Pengupayaan Percepatan masa studi mahasiswa;
  6. Optimalisasi proses belajar mengajar yang berdampak pada peningkatan mutu lulusan;
  7. Penyatuan lokasi proses kegiatan belajar mengajar secara tersentral;
  8. Membangun jejaring kerja dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta.

 

Menjadikan Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang memiliki keunggulan entrepreneur dalam bidang pengelolaan budidaya tanaman untuk kemaslahatan umat manusia.

Dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa