Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa bekerjasama dengan NICE Belanda melalui Institut Pertanian Bogor melakkan penelitian dalam rangka pengembangan Usaha Kecil Menengah, Kecil dan Mikro di Provinsi Banten dengan fokus pengembangan usaha “Sate Bandeng”. Dipilihnya sate bandeng sebagai fokus penelitian, dikarenakan produk ini merupakan produk khas Provinsi Banten yang jika dikembangkan lebih jauh mempunyai daya saing yang cukup tinggi baik tingkat regional dan internasional.

Sate Bandeng merupakan produk makanan yang sehat, yang bahan dasarnya terbuat dari ikan bandeng yang diolah sedmikian rupa sehingga mempunya cita rasa yang menjanjikan.  Sate bandeng banyak disukai oleh banyak orang.  Ini dibuktikan oleh banyaknya permintaan di masyarakat banten sendiri atau penawaran ketika diadakan pameran-pameran tiingkat nasional.  Sayangnya banyak dari produk ini yang belum memiliki sertifikat halal, PIRT dan belum tercantumnya kandungan gizi di kemasan produk sate bandeng.

 

Sebagai bentuk kepedulian Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terhadap UMKM di Provinsi Banten, maka dilakukan penelitian kandungan gizi dari 10 produk sate bandeng, yang dilanjutkan dengan pembuatan sertifikasi halal MUI dan PIRT untuk 10 produk sate bandeng.  Tim peneliti diketuai oleh Dr. H. Suherna, S.P., M.Si. dengan Anggotanya adalah  Asih Mulyaningsih, S.P., M.Si., Weksi Budiaji, S.Si., M.Sc., Hj. Sri Mulyati, Ir., M.M. dan Dr. Hj. Meutia, S.E., M.Si.  Diharapkan dengan adanya sertifikat halal MUI, PIRT dan kandungan gizi yang tercantum dalam kemasan sate bandeng, mutu produk sate bandeng semakin terjamin dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. (by: Khaerul Kholqi, diolah dari hasil wawancara dengan Dr. H. Suherna, S.P., M.Si.)

Dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa