1.      SEJARAH SINGKAT

Kokoleceran (Vatica bantamensis) merupakan flora identitas provinsi Banten. Namun, tanaman kokoleceran merupakan tanaman langka yang keberadaannya sangat misterius. Saat ini, kokoleceran termasuk dalam status konservasi “Endangered” (Terancam Punah). Oleh karena itu, diperlukan upaya pemerintah dan masyarakat dalam upaya melestarikan tanaman kokoleceran.

 

2.      JENIS TANAMAN

Sistematika tanaman Kokoleceran adalah sebagai berikut:

Kerajaan: Plantae

Filum: Tracheophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Malvales

Famili: Dipterocarpaceae

Genus: Vatica

Species: Vatica bantamensis

Binomial name Vatica bantamensis (Hassk.) Benth. & Hook.ex Miq

            Kokoleceran merupakan pohon yang mampu mencapai tinggi hingga 30 m. Pada bagian batang yang muda memiliki bulu-bulu halus dan lebat. Daun kokoleceran menjorong atau melanset, dengan tangkai daun yang panjangnya mencapai 2.2 cm. Perbungaannya malai dan terdapat di ujung daun atau di ketiak daun. Bunga kokoleceran panjangnya mencapai 7 cm. Buah tanaman endemik ini agak bulat dan mempunyai tangkai yang pendek sekitar 5 mm panjangnya. Pada buahnya terdapat biji yang berdiameter mencapai 1 cm. Cara perkembangbiakan pohon Kokoleceran adalah dengan biji.

           

3.      MANFAAT TANAMAN

Tanaman ini berkerabat dekat dengan Resak Hiru (Vatica rassak). Batangnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pembuatan kapal.

4.      SENTRA PENANAMAN

Kokoleceran adalah maskot provinsi Banten yang merupakan salah satu tanaman endemik Banten yang dipercaya hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon.

 

Sumber:

 

http://tipspetani.blogspot.com/2013/02/pohon-kokoleceran-maskot-provinsi.html

Dikembangkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa